Pelatih merupakan central gravity dalam proses pelatihan. Seorang pelatih merupakan penentu segala kebijakan di lapangan mengenai proses berlatih melatih maupun segala proses yang menyangkut semua aspek dari atlit dan lingkungannya. Seorang pelatih harus mampu memecahkan segala persoalan yang dihadapi atlit, tentu saja persoalan seorang atlit akan sangat berbeda dengan atlit lainnya baik ditingkat junior dan senior.
Seorang pelatih haruslah bisamemecahkan masalah tanpa menimbulkan masalah lainnya dan tidak berdampak negative di kemudian hari, seorang atlit tidak akan rugi mengahdapi masa depannya sehingga masa depan yang cerah lambat laun akan digapai seiring dengan prestasi puncak yang dicapai saat atlit dewasa. Pelatih harus mampu memecahkan masalah yang dihadapi atlit, masalah saat ini masalah yang akan datang ataupun masalah setelah atlit tidak latihan lagi. Untuk tingkat remaja atau junior banyak sekali seorang atlit mengalami permasalahan yang berkaitan dengan urusan sekolah. Tahap atlit masih sekolah maka atlit harus mengikuti segala aturan dan acara disekolah yang bisa jadi acara tersebut berbenturan dengan jadwal latihan atau pertandingan.
Seorang pelatih harus mampu mengarahkan atlit untuk tetap mengikuti keseluruhan pelajaran sehingga atlit memiliki kemampuan akademis yang baik. Pelatih harus mau meluruskan sikap atlit yang tidak mau bersekolah karena masa depan yang berkaitan dengan pekerjaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan akademis yang dimiliki. Sudah menjadi fenomena sebaik apapun keterampilan yang dimiliki atlit jika pendidikan hanya SMP / SMA kemungkinan besar akan menjadi secuirity padahal dari sisi keuangan atlit mencukupi untuk kuliah di perguruan tinggi.
Seorang pelatih harus mau mendahulukan pendidikan atlit dari pada prestasi bolavoli. Pelatih harus menyadari bahwa masa depan atlit lebih penting daripada prestasi yang hanya sesaat. Keputusan pelatih akan salah jika melarang atlitnya ikut ujian sekolah atau ujian nasional hanya karena ada kejuaraan tingkatnasional, walaupun ada alternative ujian kejar paket C tetapi lambat laun pelatih itu akan mengebiri masa depan atlit. Pelatih sangat salah apabila menanamkan pemikiran atlit agar menjadi tergila-gila dengan bolavoli sehingga atlit tersebut tidak mau sekolah atau kuliah dan tidak mau bekerja di instansi karena gajinya kecil, walaupun itu bisa sampai tua atlit lebih senang dengan hanya bermain bolavoli dengan bayaran tinggi tetapi itu tidak bisa dilakukan samapai tua.
Pelatih harus mau melepas atlit senior yang baik kemampuannya asalkan atlit mendapat tawaran pekerjaan yang menjanjikan harituanya. Ada beberapa pelatih yang tidak mau melepas atlitnya karena takut prestasinya akan menurun walaupun itu mengorbankan masa depan atlit. Pelatih yang baik akan selalu melatih atlit pemula sampai berprestasi tinggi untuk regenerasi atlit senior. Pelatih yang baik akan selalu mencarikan relasi ataupun mencarikan pekerjaan yang layak untuk atlitnya, bukan mencegah dan mempersulit atlitnya pindah klub untuk alasan pekerjaan.
Pelatih klub yang baik akan selalu membagi ilmu kepelatihannya kepada pelatih klub yang lain, agar klub menjadi berkembang dan tidak mati. Sudah menjadi fenomena penyomotan atlit berpotensi dari klub kecil oleh klub besar dengan iming-iming ikut dikompetisi tingkat nasional dan tanpa kompensasi yang jelas, ini tentusaja akan mematikan kehidupan klub kecil, ataupun itu memang disengaja untuk menciptakan suatu klub yang superior sehingga lambat laun klub kecil akan mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar